Journey of Being Mom (II)
Memiliki anak di usia sekolah adalah susah-susah gampang, kita sebagai orang tua harus bisa menyikapinya dan terpenting adalah menjadi contoh yang baik bagi anak kita, karena what they are is what you show to them, dan saya juga diajarkan bahwa pada usia tersebut konsep berpikir anak masih 2 (dua) dimensi, kalau A maka B…
Ceritanya saya sangat takut kucing, mungkin sahabat-sahabat terdekat saya tahu, bagaimana takutnya saya dengan kucing. Ketika duduk di bangku SMP, saya hampir pingsan karena teman-teman saya (tiba-tiba) menyodorkan kucing ke bahu saya, saya langsung lari keluar kelas, dan pintu kelas dihalangi teman-teman saya, langsung saya dobrak dan saya pun terjerembab jatuh sampai pusing banget….
Waktu kuliah kasus saya ini sampai dijadikan pembahasan mata kuliah psikoanalisis oleh Bang Leo, ah entah mengapa saya memang takut sekali dengan kucing…
Nah, berbanding terbalik dengan anak-anak saya, tentunya semua anak-anak tidak takut kucing, jadi kalo pada hari libur saya bermain-main dengan anak-anak saya, suka ada kucing yang ngikutin…aduh membuat saya senewen deh….
Popop bilang, kamu jangan takut dong nanti anak-anak jadi takut, ok deh…saya berusaha untuk tegar (walaupun…aduh nggak deh…)
Iseng saya tanya Lala: La, lala suka kasih makan kucingnya ya…, dengan polos lala menjawab: Iya, Kasih makan apa La? Lala: wotel…
Kemudian kucing itu tiba-tiba menyelinap diantara kedua kaki saya, kontan saya menjerit dan melompat, aduh La…mimi takut,
Terus Lala bilang: lala tendang aja ya Mi..?dan saya bilang: jangan La, (maksud saya takut kalo Lala malah dicakar)
Lala: oh, lala sayang aja ya Mi… ? saya: aduh, jangan La…(maksud saya takut kucingnya malah tambah betah main di sekitar rumah)
Terus Lala memandang saya: Hahhh, mimi, tendang nggak boleh sayang nggak boleh, jadi Lala harus apa dong Mi….
(Oh... my apology my dear princess, harusnya saya menentukan sikap yang jelas ya La…?) tapi yang jelas mimi takut kucing, sayang....

Comments