« April 2007 | Main | July 2007 »

Saya Belajar

Saya belajar

Apa yang saya anggap terbaik, bukan tentu yang terbaik dariNya.

Dan sebaliknya, yang terbaik dari-Nya belum tentu kita senangi.

Teruslah bersyukur kepada-Nya atas semua nikmat dan karunia-Nya.

Manusia hanya dapat terus berdoa dan berusaha untuk mendapat yang terbaik dari-Nya

Saya belajar

Seberat apa pun cobaan yang diberikan olehNya, pada akhirnya akan membuat kita menjadi manusia yang lebih bertanggung jawab dan berguna.

Syukurilah seluruh anugerahNya dengan hati ikhlas dan tulus.

Everything happens, happens for a reasons.

Saya belajar

Bahwa kedewasaan itu lebih berkaitan dengan berapa banyak pengalaman yang kita miliki dan apa yang kita pelajari dari pengalaman tersebut,

dan kurang berkaitan dengan telah berapa tahun usia kita.

Saya belajar

Walaupun kita berpikir tidak ada lagi yang dapat kita berikan dan

lakukan, ketika seorang teman kesusahan dan membutuhkan kita, kita akan

selalu menemukan kekuatan dan jalan untuk terus menolong.

Saya belajar

Jangan membandingkan diri sendiri dan kesusahan kita dengan orang lain.

Saya belajar

Bahwa latar belakang & lingkungan mempengaruhi pribadi saya, tapi kita tetap bertanggung jawab & menentukan masa depan kita sendiri.

Saya belajar

Bahwa saya harus bertanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan, tidak peduli bagaimana perasaan kita.

Saya belajar

Bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya dapat berlaku sesuka hati saya tanpa memikirkan orang lain.

Saya belajar

Bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap

dan emosi itu yang menguasai diri saya…

Saya belajar

Bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya….

Saya belajar

Jangan menilai orang dari penampilannya saja, itu bisa menipu.

Bicara dan kenalilah orang tersebut lebih mendalam.

Setiap orang memiliki kelebihan dan kebaikannya masing-masing,

meskipun tidak ada orang yang sempurna di dunia.

Saya belajar

Di saat susah lebih terlihat mana teman sejati dan bukan.

Saya belajar

Bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda yang sama, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda….

Saya belajar

Bahwa saya tidak dapat merubah orang yg saya sayangi, tapi semua Itu tergantung dari diri mereka sendiri….

Saya belajar

Bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa saat saja untuk menghancurkannya…

Saya belajar

Bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah

berhenti hanya gara-gara kesedihan saya…

Saya belajar

Hanya karena 2 orang berbeda pendapat dan tidak terlihat mesra, bukan berarti mereka tidak saling menyayangi, mencintai & setia.

Dan hanya karena mereka selalu sependapat dan terlihat mesra, bukan berarti mereka selalu saling menyayangi, Mencintai & saling setia.

Saya belajar

Bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati…

Saya belajar

Bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak menyayangi saya….

Saya belajar

Bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain menyayangi saya.

Saya hanya dapat menunjukkan & melakukan sesuatu untuk orang yang saya sayangi… selanjutnya terserah mereka.

Saya belajar

Bahwa dengan belajar, maka hidup akan terus berjalan dan berkembang

Special Thanks to All the People who Makes Me Never Stop Learning, I Luv You All

working mom

membicarakan dilema mengenai ibu bekerja, pasti tidak akan ada habisnya, penuh pro dan kontra, saya sendiri memilih menjadi ibu rumah tangga yang bekerja karena alasan aktualisasi diri, networking dan juga tuntutan ekonomi keluarga, jujur saja..untuk keluarga saya saat ini sulit mengandalkan hanya dari satu kantong

agak miris kalo membaca beberapa komentar yang kemudian membuat salah satu pihak terpojok, saat ini saya memang bekerja dan melakukan beberapa kompromi, saya bekerja di organisasi yang tidak terlalu menyita waktu, tapi masih bisa memenuhi kebutuhan aktualisasi dan networking saya, tentunya dengan beberapa target yang saya buat sendiri terhadap diri saya (mudah-mudahan sih, amin!)

dalam perjalanan ke kantor, saya berdiskusi dengan suami saya, kebetulan teman kantor suami saya is newly marriage, dia bilang bahwa temen kantornya mulai merasa kalo pasangan-nya yang murni wanita tidak bekerja (tidak punya side job juga) sudah mulai terasa agak sedikit "tidak enak" dalam kehidupan rumah tangganya. Bagaimana tidak (saya mencoba membayangkan) wanita bekerja pasti punya stipend money sendiri yang bisa kita gunakan untuk ke salon, belanja, dan kegiatan hura-hura lainnya tanpa harus menunggu kucuran suami. Syukur kalau suaminya sangat the have, tapi kalo suaminya juga starter kan jadi agak ribet banget deh...

satu sisi, tadi malam dd sangat rewel sekali..., menangis minta minum obat, saya mencoba menenangkan dan mengatakan bahwa obatnya habis dan belum dibeli, at the end, dengan tangis yang mereda, dd memeluk saya (dan saya pun membelainya), dia berkata: mimi, kenapa mimi halus kelja terus, cali uang kan...?? uang mimi nggak abis-abis ya (mungkin maksud dia: apa uangnya habis terus sehingga harus bekerja...?) mimi, jangan kja telus mimi.............

dan saya pun hanya terhenyak, can u imagine, those words just broad up by my 3 years (not even) old little girl, tanpa saya diberi kesempatan untuk memberikan jawaban

Diandra,once you read this, kamu akan mengetahui bahwa hidup itu adalah pilihan, dan tergantung bagaimana kamu menyikapinya (harry potter)